Minggu, 07 Desember 2014

Perencanaan Organisasi

Kenapa perlu pengorganisasian sih??
Ada beberapa aspek yang dapat menjelaskan guna dari perencanaan organisasi. Jika ditinjau dari definisi perencanaan, perencanaan merupakan proses menentukan cara organisasi dapat mencapai tujuannya. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan tindakan tepat melalui proses analisa, evaluasi dan seleksi alternatif yang dapat digunakan. Sedangkan pengorganisasian adalah proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Hal ini menekankan pada pencapaian tujuan sistem manajemen dan membantu dalam pembuatan tujuan dan menegaskan sumber daya yang akan digunakan. Maka berdasarkan hal tersebut, tujuan dari perencanaan adalah:
1.   Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan.
2.       Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional.
Dalam pengorganisasian, terdapat beberapa pedoman umum agar dapat mengorganisasian sumber daya yang optimal. Menurut Henry Fayol, terdapat 16 pedoman umum yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.        Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
2.       Mengorganisasi faset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan, sumber daya, dan kebutuhan dari per soalan tersebut.
3.       Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjik, dan menuntun.
4.       Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
5.       Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
6.       Menyusun seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer yang kompeten, enerjik, dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maksimal.
7.       Mendefinisikan tugas-tugas.
8.       Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
9.       Menberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
10.   Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
11.      Mempertahankan disiplin.
12.    Menjamin bahwa kepentingan individu konsisiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
13.    Mengakui adanya satu komando.
14.    Mempromosikan koordinasi dahan dan kemusiaan.
15.    Melembagakan dan memberlakukan pengawsan.
16.    Menghindari adanya pengaturan, birokrasi, dan kertas kerja.
Pengorganisasian diperlukan pembagian tenaga kerja agar setiap kegiatan dapat diselesaikan dengan sebaiknya. Akan tetapi terdapat keuntungan dan kerugian yang diperoleh dalam sistem ini. Keuntungannya adalah pekerja berspesialisasi, tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari tugas ke tugas lain, memusatkan diri pada satu pekerjaan sehingga lebih mudah dan efisien, hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan tugas bukan proses keseluruhan produk. Sedangkan kerugian yang diperoleh adalah hanya memusatkan efisiensi dan manfaat ekonomi tanpa memperhatikan tenaga kerja dan kerja spesialisasi menimbulkan kebosanan yang berakibat pada tingkat produksi.
Selain tenga kerja, manajer sebagai pemimpin organisasi juga diperlukan agar dapat melaksanakan kegiatan dengan baik. Akan tetapi diperlukan beberapa hal agar seorang manajer dapat diterima dalam jangka panjang. Menurut Chester Barnard,terdapat 7 hal yang harus dipenuhi. Berikut ini adalah hal yang diperlukan:
1.        Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi.
2.       Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
3.       Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
4.       Rantai komando yang lengkap.
5.       Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
6.       Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
7.       Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.




Minggu, 19 Oktober 2014

Kewirausahaan

Kewirausahaan??
Apakah itu? Mengapa banyak orang yang ingin melakukannya?

Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Wira yang berarti pahlawan, pejuang sedangkan usaha adalah berarti melakukan sesuatu, sehingga wirausaha adalah perkerjaan yang dilakukan seseorang yang berjuang melakukan sesuatu dalam pekerjaan sehingga dapat membuat orang lain memiliki pekerjaan. Berdasarkan penjelasan dari kata wirausaha saja sudah menjelaskan pentingnya wirusaha apalagi di Indonesia. Jumlah penduduk di Indonesia sangat banyak jadi bayangkan jika tidak ada warga Indonesia yang berwirausaha, pasti kita jadi negara miskin.
Tapi sebenarnya kata wirausaha itu dari Prancis entrepreneurship yang berarti perantara. Wirausahawan adalah orang yang melakukan wirausaha. terdapat 3 jenis perilaku wirausaha yang harus dimiliki olh wirausahawan yaitu 1) memiliki inisiatif 2) mengorganisir mekanism sosial dan ekonomi untuk menghasilkan sesuatu 3) berpikir kreatif, inovtif dan berani menanggung resiko.

Kapan wirausaha itu berkembang??
Wirausaha dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad 18.Sehingga diperlukan kunci penting seorang wirausahawan yaitu pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Akan tetapi terdapat pula karakteristik yang harus dimiliki wirausahawan menurut beberapa para ahli.
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
· Keinginan untuk berprestasi
· Keinginan untuk bertanggung jawab
· Preferensi kepada resiko-resiko menengah
· Persepsi kepada kemungkinan berhasil
· Rangsangan oleh umpan balik
· Aktivitas energik
· Orientasi ke masa depan
· Keterampilan dalam pengorganisasian
· Sikap terhadap uang
Sedangkan meurut n Ach tinggi adalah:
· Kemampuan inovatif
· Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
· Keinginan untuk berprestasi
· Kemampuan perencanaan realistis
· Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
· Obyektivitas
· Tanggung jawab pribadi
· Kemampuan beradaptasi
· Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Selain karakteristik, untuk menjadi wirausahawan juga memiliki 3 kebutuhan dasar yang menurut Mc Clelland dapat mempengaruhi tujuan ekonomi. Apakah saja itu? Akan kita bahas disini:
1) Kebutuhan untuk berprestasi
   Kebutuhan ini merupakan motivasi bagi para pekerja agar selalu mendapatkan prestasi yang lebih tinggi.
2) Kebutuhan untuk bersahabat
   Kebutuhan ini bertujuan agar para pekerja merasa nyaman bekerja karena terdapat lingkungan yang bersahabat
3) Kebutuhan untuk Berkuasa
   Kebutuhan ini bertujuan agar pekerja dapat bekerja sesuai dengan tugas masing-masing.
Setelah memiliki karakteristik dan kebutuhan-kebutuhan tersebut, seorang wirausahawan juaga harus memiliki gagasan-gagasan dalam mengidentifikasi peluang usaha baru. Hal ini diperlukan agar seorang wirausahawan dapat menjalankan usahanya dengan baik. Pertama adalah Kebutuhan akan sumber penemuan, sumber daya sangat mempengaruhi pangsa pasar dan harga jual sehingga perlu di perhatikan. Hobi atau kesenangan pribadi, pekerjaan yang dilakukan dari hobi atau kesenangan pribadi dapat dijalankan lebih lama karena tidak bosan. Mengamati kecenderungan-kecenderungan, kecenderungan dapat mengidentifikasi keingginan pasar. Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada, dengan melakukan hal ini maka sebagai wirausahawan kita dapat menentukan hasil produk kita yang tidak akan kalah dari perusahaan lainnya. Kegunaan lain dari barang-barang biasa dengan menemukan inovasi dari sebuah produk sehingga dapat lebih praktis dan dapat diminati konsumen. Pemanfaat produk dari perusahaan lain.

Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki modal yang cukup? Tenang saja kepemilikan usaha tidak hanya 1 jenis tapi terdapat beberapa jenis sehingga kita dapat memilihnya sesuai kondisi dan keinginan kita. Terdapat 3 kepemilikan bisnis, yaitu perorangan, kemitraan dan korporasi.
Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang. Pengelola memperoleh semua  keuntungan, disisi lain menanggung semua risiko yang timbul dalam kegiatan usaha. Keuntungan yang diperoleh adalah sederhana sehingga mudah dibubarkan, tidak perlu adanya pembagian laba karena semua keuntungan akan diterima oleh perorangan tersebut. terlepas dari itu, terdapat pula kerugian dari jenis ini adalah Tanggung jawab tidak terbatas, Kemampuan manajemen terbatas, Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan, Sumber dana hanya terbatas pada pemilik, Risiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri.
Jenis kemitraan ada 2 bentuk yaitu bentuk firma dan CV.
Firma adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Semua anggota bertanggung-jawab penuh, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama terhadap utang perusahaan kepada pihak lain, kalau perlu dengan seluruh
kekayaan pribadi.Kelebihan dari bentuk ini adalah Prosedur pendirian relatif mudah, Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar, Keputusan yang diambil akan lebih baik, karena  pertimbangan seluruh anggota Firma. selain dari kelebihan terdapat pula kelemahan yaitu, Hutang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi anggota Firma, Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin sebab bila salah seorang anggota keluar , maka Firma pun bubar.
CV merupakan Persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan sebagai
modal perseroan. Sekutu pada perseroan terdiri dari :
Sekutu Komplementer, yaitu orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung-jawab penuh dengan kekayaan pribadinya  
Sekutu Komanditer, yaitu sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung- jawab terbatas pada dana  yang disetornya
Kebaikannya adalah Pendiriannya relatif mudah, Modal yang terkumpul lebih banyak, Kemampuan untuk memperoleh Kredit lebih besar, Manajemen dapat didiversifikasikan, Kesempatan untuk berkembang lebih besar. sedangkan Kelemahannya adalah Tanggung jawab tidak terbatas, Kelangsungan hidup tidak terjamin, Sukar untuk menarik kembali investasinya.
Yang termasuk jenis korporasi adalah PT (Perseroan Terbatas). PT adalah Suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik. Mempunyai kelangsungan hidup yang panjang, karena perseroan ini akan tetap berjalan meskipun pendiri atau pemiliknya meninggal dunia Tanda keikutsertaan sebagai pemilik adalah saham yang dimiliki Besar saham yang dimiliki menentukan peran dan kedudukan sebagai pemilik perusahaan.Tanggung jawab terhadap pihak ketiga terbatas pada modal sahamnya kekayaan pribadi pemegang saham maupun pemilik tidak dipertangung jawabkan sebagai jaminan utang perusahaan. Kelebihan PT : Kelangsungan hidup perusahaan terjamin, Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor, Tidak menimbulkan risiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik, Saham dapat diperjual-belikan, Kebutuhan modal yang lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan usaha.
Kekurangan PT : Biaya pendirian relatif mahal, Rahasia tidak terjamin, Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham.

Hal terpenting dari pendirian uasaha adalah penyediaan sumber daya manusia agar usaha yang dijalankan dapat berjalan lancar. Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
1. Perekrutan karyawan
2. Seleksi calon karyawan
3. Pelatihan karyawan
4. Penilaian hasil kerja
Seleksi dalam pemilihan sumber daya diperlukan agar kita dapat memperoleh suber daya manusia yang dapat bekerja dengan baik sesuai tugasnya. Maka diperlukan tahap-tahap yang dilakukan dalam seleksi.
Tahap-Tahap Proses Seleksi
• Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
• Wawancara Pendahuluan
• Tes Kecerdasan (intelegence)
• Tes Bakat (Aptitude)
• Tes Kepribadian (Personality)
• Rujukan Prestasi (Performance References)
• Wawancara Dianostik
• Pemeriksaan Kesehatan
• Penilaian Pribadi






SUMBER:
http://revolsirait.com/definisi-kewirausahaan/
http://gabrielamarcelina.wordpress.com/2012/10/30/tugas-softskill-kewirausahaan-1/
http://ulfam2.blogspot.com/2011/05/tugas-kewirausahaan-2_4920.html
repository.binus.ac.id/content/F0552/F055271399.pp
http://d-dan-20.blogspot.com/2010/12/sumber-daya-manusia-bagi-organisasi.html

Senin, 30 Juni 2014

Toksikologi Logam Berat

Bandung, Kompas – Sungai Citarum serta Waduk Saguling dan Cirata di Kabupaten Bandung saat ini tercemar logam berat. Jika tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan pencemaran logam berat akan berdampak pada kesehatan masyarakat karena daerah tersebut merupakan sentra budidaya ikan. Demikian hasil penelitian Laboratorium Higiene Industri dan Taksikologi, Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dipaparkan Katharina Oginawati dari laboratorium tersebut kepada wartawan, Rabu (11/6), di Bandung. Waduk Saguling dan Cirata pencemaran logam berat seperti merkuri (Hg), tembaga (Cu), seng (Zn), dan timbal (Pb) sudah melampaui baku mutu. Kadar tembaga di Waduk Cirata 0,008 miligram per liter, padahal Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1999 menetapkan 0,001 miligram per liter. Kandungan timbal juga 0,03 miligram per liter, tiga kali diatas standar. Kondisi Waduk Saguling lebih buruk karena menjadi tempat pengendapan pertama Sungai Citarum. Kandungan merkuri (Hg) 30 kali di atas batas normal, 0,06 miligram per liter. “Kalau sudah ada cemaran logam, ikan yang ada di situ juga mungkin terkontaminasi melalui rantai makanan. Logam berat akan terakumulasi di tubuh ikan yang akhirnya masuk tubuh manusia yang memakannya,” kata Katharina. Adanya ikan yang tercemar logam berat berhasil dibuktikan dengan penelitian ikan mas dan nila dari Waduk Cirata. Dalam daging ikan ditemukan kandungan merkuri, tembaga dan seng dengan kadar yang cukup membahayakan. “Logam berat itu terkonsentrasi di perut, lemak, dan daging ikan,”tambahnya. Indah Rachmatyah, Peneliti dari Teknik Lingkungan ITB mengimbau agar masyarakat berhati-hati mengonsumsi ikan air tawar. Hal ini karena akumulasi logam berat di tubuh manusia dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit minamata, bibir sumbing, kerusakan susunan saraf, dan cacat pada bayi. Menurut Indah, penyebab pencemaran adalah banyaknya industri di Bandung. Khusus pencemaran merkuri mungkin karena ada penambangan emas seperti di Soreang dan Pengalengan. Tujuh kawasan industri yang ada adalah Majalaya, Banjaran, Rancaekek, Deyeuhkolot, Ujungberung, Cimahi, dan Padalarang. Setiawan Wangsaatmaja, Kepala Bagian Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat mengatakan, BPLHD telah berupaya mencegah pencemaran tersebut dengan berbagai cara. Sumber : http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0306/12/iptek/365759.htm

Selasa, 29 April 2014

Penduduk Membludak, Pemungkiman Non Permanen Dimana-mana


oleh: Valentia, Ulfiana, Bayu


Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Jakarta merupakan ibu kota yang juga merupakan kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Jumlah penduduk di Jakarta pada tahun 2011 berdasarkan sensus penduduk, mencapai 9,6 juta jiwa dan sebanyak 2,5 juta jiwa warga luar Jakarta yang bekerja di Jakarta pada siang hari. Hal ini yang menyebabkan Jakarta menjadi kota metropolitan terbesar di Asia Tenggara dan kota urutan yang kedua. Sedangkan luas Jakarta hanya sekitar 661,52 km2. Jika dilakukan perhitungan maka setiap orang di Jakarta hanya memiliki 68,9 m2 belum termasuk penduduk di luar Jakarta yang bekerja di Jakarta.
Jumlah penduduk di Jakarta masih terus bertambah dari adanya migrasi setiap arus balik mudik. Pertambahan penduduk setiap lebaran tercacat sebanyak kurang lebih 2100 jiwa untuk tiap tahunnya. Tak heran banyak tempat bukan pemungkiman dipaksa menjadi pemungkiman penduduk seperti kolong jembatan, bantalan kali dan lainnya. Hasil limbah rumah tangga dari pemungkiman dadakan ini akan terbuang di tempat bukan pembuangan limbah seharusnya. Akibatnya Jakarta menduduki peringkat ketiga terkotor di dunia menurut WHO. 
Sebagai warga negara Indonesia, hal ini menjadi hal yang cukup memprihatinkan. Tinggal di kolong jembatan sebenarnya berbahaya dan tidak baik bagi kesehatan. Akan tetapi jumlah warga yang tinggal di kolong jembatan mencapai 2000 kepala keluarga. Hunian di kolong jembatan rawan terjadi kebakaran, bahkan dalam 1 tahun terdapat 2 kali kasus kebakaran di kolong jembatan. Selain itu nilai estetika pada kota Jakarta akan ikut menurun.

Pemerintah sebenarnya sudah melakukan antipasi pada penduduk yang tinggal di kolong jembatan. Sejak gurbenur DKI baru mulai menjabat, banyak rumah susun yang dibangun untuk warga dengan rumah non permanen untuk tempat tinggal. Akan tetapi sampai sekarang masih banyak saja jumlah warga yang tinggal di kolong jembatan. Seharusnya pemerintah lebih ketat lagi dalam melakukan inspeksi dan memberikan hukuman bagi warga yang melanggar. Kita tidak bisa semata-mata menyalahkan warga yang tetap tinggal di kolong jembatan. Jumlah penduduk yang semakin banyak dan tempat yang terbatas memaksa warga harus tinggal di tempat yang ada. Sehingga pemerintah DKI juga harus membatasi jumlah warga yang masuk ke DKI. Banyak warga Indonesia yang selalu beranggapan bahwa ibukota merupakan kota yang dapat menghasilkan pendapatan yang cukup menjanjikan. Sehingga jika pemerintah ingin membatasi jumlah penduduk yang masuk DKI, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemerataan fasilitas untuk seluruh kota di Indonesia sehingga tidak adanya penumpukan penduduk di satu kota.  Sehingga warga yang tinggal di kolong jembatan tidak ada lagi.



Sumber:  http://www.suarapembaruan.com

Sumber Gambar:http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1350629129/realisasi-pemukiman-kampung-deret
id.celebrity.yahoo.com/foto/lima-juta-warga-jakarta-tinggal-di-permukiman-kumuh-1395677441-slideshow/permukiman-warga-di-kawasan-kolong-jembatan-jelambar-photo-1395677049289.html

Selasa, 01 April 2014

Opini Masalah Banjir

Masalah banjir di Indonesia sudah merupakan kebiasaan tahunan yang harus diderita oleh sebagian besar wilayah jawa. Masalah ini merupakan masalah lama yang hingga sekarng belum pernah terpecahkan solusinya. Karena masalah ini sudah muncul berlarut-larut, pemerintah Indonesia sudah mulai untuk membicarakan proyek penanganan banjir pada pihak Belanda. Pada tanggal 22-28 maret, wakil presiden Budiono sudah melakukan kunjungan ke Belanda untuk mengetahui sistem kerja penanganan banjir di Belanda. Wapres saat di Belanda meninjau, Maeslant Barrier, pintu air yang didesain khusus untuk menahan hujan badai yang sering melanda Belanda pada musim antara bulan Oktober hingga April. Sehingga diharapkan dengan adanya kerja sama Indonesia-Belanda ini dapat menyelesaikan masalah banjir ini.
Masalah banjir sebenarnya bukan semata-mata karena pemerintah. Masalah ini dapat muncul dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat tentang sampah. Sampah yang sembarangan dibuang pada sungai menyebabkan saluran air yang mengelir lebih mengecil yang dapat menyebabkabkan meluapnya air sungai. Proyek kerja sama antara Indonesia-Belanda ini memang bagus akan tetapi jika kesadaran masyarakat tenteng sampah tidak perdah dibenahi maka teknologi dari Belanda sekalipun tidak akan dapat berkerja dengan baik. Teknologi Belanda dapat berfungsi dengan baik di negri asalnya karena adanya kesadaran masyarakat Belanda untuk tetap menjaga lingkungan.



Sumber: http://analisadaily.com/news/read/wapres-dan-menteri-belanda-bahas-penanganan-banjir/18209/2014/04/01

Jumat, 29 November 2013

Non Parametik


Statistika Non parametik?? apa itu??
Statistika Non parametik digunakan jika data yang akan diolah tidak memenuhi asumsi-asumsi statistika parametik. Jadi asumsi statistika parametiknya itu apa??

Asumsi Statistika Parametik (Santoso, 2003):
1.   Data dalam jumlah besar yaitu ≥ 30.
2.   Distribusi data dianggap normal dan metode tertentu seperti uji F (Anova). 
3.   Persyaratan  tambahan berupa kesamaan varians diantara kelompok data.
4.   Data bertipe interval atau rasio.

Nah, jika data yang akan diolah tidak memenuhi asumsi seperti diatas, metode pengolahan yang kita ambil adalah non parametik. Ada banyak  perhitungan yang dapat dilakukan pada statistika parametik ini. contohnya:
Korelasi Spearman dan Kendall Tau
Uji Chi Square
Uji Wilcoxon
Uji  Mann-Whitney (U Test)
Uji Kruskal-Wallis (H Test)
Two Independent Samples Test
Two Related Samples Test
K Independent Sample Test
Metode yang akan dibahas adalah uji Chi square dan uji wilcoxon.

Definisi dari uji wilcoxon adalah sebagai berikut:
Suatu pengujian yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara dua sampel dependen yang berpasangan atau berkaitan dan digunakan sebagai alternatif pengganti uji  Paired Sample T Test jika data tidak berdistribusi normal. Uji Wilcoxon cocok digunakan apabila kita tidak hanya mengetahui besarnya setiap beda tetapi juga arah harga pengamatan yang bersangkutan, maka kita dapat menetapkan peringkat untuk masing-masing beda tersebut. Uji wilcoxon berfungsi untuk menguji perbedaan antar data berpasangan, menguji komparasi antar 2 pengamatan sebelum dan sesudah (before after design) dan mengetahui efektivitas suatu perlakuan (Priyatno,2012).
Asumsi dari uji ini adalah:
1. Data untuk analisis terdiri atas n buah benda. 
2. Sampel X dan Y adalah variabel-variabel acak kontinyu.
3. Data hasil pengukuran adalah data kuantitatif yang tidak diketahui normalitas distribusinya (data interval).
4. Berhadapan dengan kasus sampel yang berhubungan.

Uji dengan metode ini  memiliki 2 jenis penggunaan tabel yaitu one sided dan two sided. perbedaan dari kedua tabel ini adalah pencarian hasil yang akan kita lakukan. jika kita hanya ingin mengetahui terdapat pengaruh yang dilakukan antara sebelum dan sesudah inovasi dapat kita gunakan tabel two sided sedangkan jika ingin mengetahui yang lebih spesifik yaitu lebih besar atau lebih kecil dari sebelumnya menggunakan tabel one sided. untuk mengetahui apakah lebih besar dari sebelumnya, nilai yang dibandingkan adalah negatif, sebaliknya untuk mengetahui apakah lebih kecil dari sebelumya nilai yang dibandingkan adalah nilai positif.

Uji kebebasan digunakan untuk memeriksa hubungan (asosiasi) dari dua peubah kategorik sehingga dapat menyimpulkan apakah kedua peubah tersebut saling bebas (tidak berpengaruh) ataukah keduanya saling bertalian (berpengaruh). Gagasan ini didasarkan atas anggapan bahwa nilai frekuensi observasi mendekati nilai frekuensi harapan jika kategori-kategori independen.
Jika ada hubungan antara dua faktor, maka dikatakan bahwa dua faktor tersebut saling bertalian/dependen tepatnya saling bertalian secara statistik. 
Jika tidak ada hubungan antara dua faktor, maka dikatakan bahwa dua faktor tersebut saling bebas/independen tepatnya saling bebas secara statistik.

Ciri-ciri:
Selalu positif
df = k - 1, dimana k adalah jumlah kategori.  Jadi bentuk distribusi chi square tidak ditentukan banyaknya sampel melainkan banyaknya derajat bebas.
Bentuk distribusi chi square menjulur positif. Semakin besar derajat bebas, semakin mendekati distribusi normal.
Dalam melakukan uji Chi Square, harus memenuhi syarat:
1. Sampel dipilih secara acak.
2. Semua pengamatan dilakukan dengan independen.
3. Setiap sel paling sedikit berisi frekuensi harapan sebesar 1 (satu).
4. Sel-sel dengan frekuensi harapan kurang dari 5 tidak melebihi 20% dari total sel.
        (Cochran, 1954)